Lingkungan

PLN Beberkan Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

PT PLN (Persero) akhirnya memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik bergilir yang melanda beberapa daerah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan setrum negara ini mengakui adanya gangguan teknis pada dua unit pembangkit berkapasitas besar yang menjadi pemicu utama masalah tersebut.

Gregorius Adi Trianto selaku Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN mengungkapkan bahwa gangguan pada dua unit pembangkit berkapasitas besar memaksa keduanya berhenti beroperasi sementara.

“Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

Kendati demikian, Gregorius memastikan sistem kelistrikan di Jawa secara umum masih beroperasi dan terpantau dalam kondisi terkendali. Sebagai langkah antisipasi agar pasokan listrik ke pelanggan tetap andal, PLN terpaksa menerapkan pengaturan beban listrik secara terbatas dan terkendali di beberapa wilayah yang terdampak.

PLN saat ini fokus mempercepat langkah pemulihan dengan memaksimalkan pasokan listrik dari unit pembangkit lain yang masih beroperasi normal. Pengaturan operasi sistem juga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik, sekaligus meminimalkan gangguan yang dirasakan pelanggan.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” tutup Gregorius.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Bantah Pemadaman Akibat Kelangkaan Batu Bara
Persoalan pemadaman listrik di berbagai wilayah ini turut mendapat sorotan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Bahlil dengan tegas membantah dugaan bahwa pemadaman dipicu oleh menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik. Ia menjamin pasokan energi primer bagi kebutuhan pembangkit PLN saat ini masih dalam kondisi aman dan terjaga.

“Saya sampai dengan hari ini, malam ini juga masih ada rapat dengan PLN di kantor untuk membahas masalah ini (pemadaman listrik). Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” tegasnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6).
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah dan PLN kini berfokus mengebut penanganan gangguan kelistrikan yang sempat memicu pemadaman di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir.
Bahlil mengakui pemadaman memang masih terjadi di beberapa wilayah belakangan ini, meski upaya pemulihan tetap berlangsung. “Kemarin memang ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan,” tuturnya.

Menurut penjelasan Bahlil, gangguan yang terjadi sebagian besar dipicu oleh persoalan teknis pada sejumlah mesin pembangkit, sebagaimana telah dilaporkan oleh PLN. Pemerintah, lanjutnya, kini memprioritaskan percepatan penanganan agar sistem kelistrikan dapat kembali normal dalam waktu dekat.

“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” pungkasnya.

Sumber:CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *