SIE Expo 2026 UMY Hadirkan Ajang Inovasi, Sains, dan Kewirausahaan untuk Generasi Muda
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Direktorat Inovasi dan Hilirisasi (DIH) menggelar Science, Innovation & Entrepreneurship Expo (SIE Expo) 2026 pada 23–24 Juni 2026 di halaman Gedung Research and Innovation Center (RIC) UMY.
Mengusung tema “Integrating Innovation, Science, and Entrepreneurship for Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai inovasi sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Inovasi dan Hilirisasi UMY, Dr. Ir. Novi Caroko, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa SIE Expo tidak hanya menjadi ajang pameran karya inovatif, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan hasil riset dan inovasi kepada masyarakat serta dunia industri. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pelajar, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan.
“SIE Expo tidak hanya menjadi ajang pameran karya inovatif, tetapi juga sarana mempertemukan dunia pendidikan, penelitian, dan industri. Harapannya, inovasi yang lahir dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah Final Science Innovation Competition (SINCO) yang mempertemukan siswa SMA/sederajat dari berbagai daerah untuk mempresentasikan karya inovatif mereka di hadapan dewan juri. Beragam inovasi yang ditampilkan mengangkat solusi atas berbagai persoalan di bidang lingkungan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selain kompetisi inovasi, SIE Expo 2026 juga menghadirkan talkshow bertajuk “Dari Riset dan Inovasi Kampus Menuju Hilirisasi”. Sesi ini menghadirkan Ketua Umum KADIN DIY Yuli Sugianto dan pakar manajemen transfer teknologi Universitas Gadjah Mada Prof. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D. Talkshow dipandu oleh peneliti UMY bidang Islamic and Sustainable Economics, Business and Education, Dimas Bagus Wiranatakusuma, S.E., M.Ec., Ph.D. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya hilirisasi hasil riset, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Tak hanya menyasar kalangan akademisi, SIE Expo juga menghadirkan talkshow bertema “UMKM Naik Kelas: Legalitas, Kemitraan, dan Akses Pembiayaan Wirausaha Daerah”. Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah Bantul Azhar Nasril Ulwan, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Abdul Ghofar Ismail, serta Manajer Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UMY Cahyo Halim Istiqlal, S.E.I., M.E.K. Sesi tersebut dipandu oleh peneliti UMY bidang Agro-Ecosystem, Disaster and Geospatial, Cahyo Wisnu Rubiyanto, S.P., M.App.Sc., Ph.D.
Keterlibatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam mendorong hilirisasi hasil inovasi agar memiliki nilai tambah dan peluang komersialisasi yang lebih luas.
Tidak hanya kompetisi dan talkshow, SIE Expo 2026 juga menghadirkan pameran inovasi dan produk kewirausahaan yang menampilkan berbagai karya unggulan dari siswa, mahasiswa, dan dosen UMY. Pameran tersebut menarik perhatian pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat hasil penelitian serta produk kreatif yang dikembangkan oleh generasi muda.

Berbagai stan pameran yang ditampilkan menarik perhatian pengunjung. Beragam produk dan hasil penelitian yang dipamerkan menunjukkan komitmen UMY dalam mendorong hilirisasi riset agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Seperti stand dari Fakultas Teknik UMY yang menghadirkan inovasi kompor batik listrik sebagai solusi modern dalam proses membatik. Produk ini dirancang untuk menjaga suhu malam batik tetap stabil dan konsisten melalui kontrol suhu presisi berbasis digital. Kompor tersebut menggunakan daya listrik 460 watt dengan tegangan 220V AC dan kapasitas wadah hingga 1 liter, serta mampu mencapai suhu maksimal 130°C. Dibuat dari material stainless steel, kompor ini tidak memerlukan bahan bakar tambahan sehingga lebih praktis dan hemat energi. Selain itu, desainnya yang ergonomis menjadikannya aman dan nyaman digunakan, baik oleh pengrajin batik rumahan maupun kalangan akademisi dan UMKM. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi membatik dapat dipadukan dengan teknologi modern untuk menghasilkan karya yang lebih berkualitas sekaligus ramah lingkungan.

Selain itu terdapat stand dari Fakultas Kedokteran Gigi UMY yang menampilkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan gigi dan mulut. Beberapa inovasi yang dipamerkan di antaranya pemutih gigi berbahan dasar ekstrak semangka, AeroDent sebagai agen hemostatik dental berbasis aerogel yang dirancang untuk mengontrol perdarahan pascapencabutan gigi sekaligus mendukung proses penyembuhan jaringan oral, DentaWashMu berupa obat kumur nonalkohol berbahan kayu manis dan mint, serta DentaSprayMu, semprotan mulut berbasis herbal tanpa alkohol yang diformulasikan dari ekstrak kayu manis.
Inovasi-inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana hasil riset yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat dihilirisasi menjadi produk yang memiliki potensi manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan SIE Expo 2026, UMY berharap dapat memperkuat ekosistem inovasi dan kewirausahaan sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
