Jamaah Meluber ke Jalan, Pengajian Akbar Masjid Al Amin Pasekan Luncurkan berbagai Program
SLEMAN — Suasana religius dan hangat terasa di Dusun Pasekan, Sleman. Lebih dari 600 jamaah dari Pasekan Lor dan Pasekan Kidul menghadiri Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al Amin Pasekan.
Antusiasme warga pun terlihat sejak acara dimulai. Jamaah memenuhi ruang utama hingga halaman masjid. Bahkan, sebagian warga duduk lesehan dengan tertib di sepanjang jalan sekitar masjid.
Hadroh Mar’atus Sholihah Buka Pengajian
Sebagai pembuka acara, grup Hadroh Mar’atus Sholihah melantunkan shalawat. Komunitas yang beranggotakan warga Pasekan tersebut menghadirkan suasana religius sejak awal kegiatan.
Selain itu, penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari jamaah. Alunan shalawat membuat suasana malam semakin semarak dan khidmat.
Ridwan Furqoni Sampaikan Formula 5M

Selanjutnya, Wakil Ketua PWM DIY, Ust. Dr. Ridwan Furqoni, S.Pd., M.P.I., tampil sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Meneladani Rasulullah, Menguatkan Keluarga, Tangguh Bersama Menghadapi Tantangan Sosial”.
Pada kesempatan tersebut, Ridwan memperkenalkan formula 5M sebagai pilar keteladanan umat kepada Rasulullah SAW.
Pertama, umat perlu meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Kedua, umat harus mencintai Rasulullah. Ketiga, umat perlu mendoakan Baginda Nabi.
Selanjutnya, umat perlu meneladani ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Terakhir, umat harus mengajarkan serta menyebarkan berbagai nilai kebaikan yang dicontohkan Rasulullah.
Ridwan juga mengajak jamaah menerapkan keteladanan Rasulullah dalam empat aspek kehidupan. Aspek tersebut meliputi ibadah, aqidah, akhlak, dan muamalah.
Menurut Ridwan, muamalah juga dapat mendorong umat untuk mengembangkan berbagai kegiatan kreatif di masjid. Karena itu, ia mengapresiasi berbagai program yang dikembangkan Takmir Masjid Al Amin Pasekan.
“Meneladani Rasulullah dalam muamalah berarti kita harus kreatif dan inovatif dalam menghidupkan masjid, persis seperti langkah nyata yang dijalankan Takmir Masjid Al Amin Pasekan dengan berbagai program inovatif yang sangat menginspirasi ini,” tegas Ridwan Furqoni.
Masjid Al Amin Luncurkan Program Baru
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al Amin Pasekan, Riandi, mengatakan pengajian akbar tersebut menjadi momentum untuk meluncurkan sejumlah program baru.
Program-program tersebut mengusung tagline “Makmur Masjidnya, Sejahtera Jamaahnya, Maju Masyarakatnya.”
Dengan tagline tersebut, takmir ingin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat. Selain kegiatan keagamaan, masjid juga diarahkan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, berbagai program baru akan melibatkan jamaah dari berbagai kelompok usia. Dengan cara tersebut, Takmir Masjid Al Amin berharap masjid semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pemuda Masjid Bergerak Berdampak
Tidak hanya meluncurkan program pemberdayaan, Takmir Masjid Al Amin juga mendorong regenerasi melalui pengukuhan pengurus “Pemuda Masjid Bergerak Berdampak”.
Ketua Panitia, Sugiyono, berharap para pemuda dapat menjadi penggerak kegiatan masjid. Selain itu, ia menilai kegiatan kepemudaan perlu menggunakan pendekatan yang adaptif, komunikatif, dan inovatif.
Menurut Sugiyono, pendekatan tersebut penting untuk merangkul Generasi Z di wilayah Pasekan. Dengan demikian, generasi muda memiliki ruang untuk berkontribusi sekaligus mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan masjid.
JagalMU Pasekan Libatkan Anak Muda
Program berikutnya yang menarik perhatian jamaah adalah peluncuran JagalMU Pasekan. Komunitas tersebut menghimpun juru sembelih halal Muhammadiyah berbasis masjid.
Melalui komunitas ini, Takmir Masjid Al Amin ingin mendukung pelaksanaan ibadah kurban setiap tahun. Di sisi lain, JagalMU Pasekan juga menjadi ruang kaderisasi bagi generasi muda di lingkungan masjid.
Ketua PRM Balecatur, Imam Sukiman, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam komunitas JagalMU dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya.
“Pengurus JagalMU ini diisi oleh anak-anak muda. Ini adalah role model kaderisasi berbasis komunitas masjid yang sangat hebat. Biasanya jagal di masjid itu sudah sepuh-sepuh. Semoga langkah dari Masjid Al Amin ini dapat menginspirasi masjid-masjid lain,” ujar Imam.
Masjid Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat
Dengan berbagai program tersebut, Masjid Al Amin Pasekan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah dan pengajian. Lebih dari itu, takmir berupaya menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Melalui kaderisasi pemuda, komunitas JagalMU, serta berbagai kegiatan pemberdayaan, masjid membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkontribusi.
Pada akhirnya, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi titik awal penguatan berbagai program tersebut. Takmir Masjid Al Amin Pasekan berharap langkah ini dapat mewujudkan cita-cita “Makmur Masjidnya, Sejahtera Jamaahnya, Maju Masyarakatnya.”
