K3MuhammadiyahPendidikan

35 Laboran DIH UMY Ikuti Sertifikasi K3 Laboratorium, Perkuat Budaya Keselamatan di Lingkungan Kampus

Sebanyak 35 laboran DIH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti pelatihan dan sertifikasi K3 Laboratorium. Kegiatan ini mengangkat skema Pengawasan K3 Laboratorium.

LPK Tekindo bersama DIH UMY menyelenggarakan kegiatan tersebut di Gedung Dasron Hamid Innovation Centre UMY pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi laboran dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selain itu, program tersebut mendukung upaya DIH UMY dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan laboratorium.

Tingkatkan Kompetensi Laboran

Laboratorium memiliki berbagai potensi bahaya. Risiko tersebut dapat muncul dari penggunaan bahan kimia, peralatan listrik, mesin, maupun peralatan laboratorium lainnya.

Karena itu, laboran perlu memahami prinsip K3 dalam menjalankan tugas. Selain memahami prosedur, mereka juga perlu mampu mengenali bahaya dan mengendalikan risiko di tempat kerja.

Pelatihan ini memberikan bekal tersebut kepada para peserta. Dalam kegiatan ini, Danang Kurniawan bertindak sebagai trainer.

Peserta mempelajari berbagai aspek pengawasan K3 laboratorium. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan prinsip keselamatan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai K3. Mereka juga dapat memahami penerapannya sesuai dengan kondisi dan aktivitas di lingkungan laboratorium.

Dukungan Direktur DIH UMY

Direktur DIH UMY, Novi Caroko, turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen DIH UMY dalam meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium.

Menurutnya, kompetensi laboran memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan aktivitas laboratorium. Selain itu, laboran menjadi salah satu unsur yang berperan langsung dalam menjaga penerapan prosedur K3.

Penerapan K3 membutuhkan keterlibatan seluruh personel. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Peserta Raih Dua Sertifikat

Peserta mengikuti rangkaian pelatihan dan proses sertifikasi sesuai skema Pengawasan K3 Laboratorium. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, peserta memperoleh dua bentuk sertifikat.

Pertama, peserta menerima Sertifikat Pelatihan dari LPK Tekindo. Kemudian, peserta juga memperoleh Sertifikat Kompetensi Internal DIH UMY.

Kedua sertifikat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi dan capaian peserta. Di sisi lain, sertifikat tersebut juga mendukung pengembangan kompetensi laboran dalam menjalankan tugasnya.

Perkuat Budaya Keselamatan

Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi salah satu langkah DIH UMY untuk memperkuat budaya K3. Melalui kegiatan tersebut, para laboran mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi.

Selanjutnya, peserta diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas kerja sehari-hari. Penerapan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenali potensi bahaya, mengikuti prosedur kerja, dan menggunakan peralatan keselamatan secara tepat.

Dengan penerapan yang konsisten, kompetensi K3 dapat memberikan dampak nyata terhadap keselamatan di lingkungan laboratorium.

Pada akhirnya, budaya keselamatan tidak hanya bergantung pada aturan. Budaya tersebut tumbuh dari kebiasaan setiap orang untuk mengenali risiko dan bekerja dengan aman.

Melalui kolaborasi antara DIH UMY dan LPK Tekindo, kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya laboratorium yang aman, kompeten, dan produktif. Dengan demikian, lingkungan laboratorium dapat terus menunjang kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di UMY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *