Kesehatan

WHO: Frekuensi Wabah Penyakit Menular Meningkat, Dampak Kian Meluas

Dewan Pemantauan Kesiapsiagaan Global (GPMB) yang dibentuk oleh organisasi kesehatan dunia WHO dan Bank Dunia menyatakan wabah penyakit menular di seluruh dunia semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak lebih besar.

Laporan terbaru ketahanan menghadapi pandemi yang dirilis GPMB pada Senin (18/5/2026) mengigatkan bahwa dunia belum menjadi lebih aman dari ancaman pandemi.

Menurut laporan itu, naiknya frekuensi wabah turut memperluas cakupan dampaknya. Tidak hanya di sektor kesehatan, tetapi juga merambah ke ranah ekonomi, politik, dan kehidupan sosial masyarakat. Di sisi lain, kemampuan negara-negara untuk pulih dari krisis justru semakin melemah.

Mengingat masa tugasnya berakhir tahun ini, dewan tersebut mendesak komunitas internasional untuk membentuk badan pemantau independen yang bersifat permanen guna mengevaluasi risiko pandemi secara berkelanjutan. Laporan itu juga menekankan bahwa perjanjian pandemi global harus menjamin distribusi vaksin, alat diagnostik, dan terapi medis secara merata ke seluruh negara.

Sementara itu, WHO baru-baru ini menetapkan status darurat kesehatan masyarakat menyusul munculnya lebih dari 250 kasus suspek dan sedikitnya 80 kematian yang diduga berhubungan dengan wabah Ebola di Kongo meski statusnya belum dinaikkan ke level pandemi. Wabah kali ini disebabkan oleh varian virus Ebola galur Bundibugyo, yang secara genetis berbeda dari galur Zaire yang menjadi biang keladi wabah besar di Afrika Barat satu dekade lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *