Yogyakarta — Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat koordinasi rutin triwulanan pada Sabtu (8/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Al Amin Gedong Kuning.
Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Selain itu, perwakilan Majelis Pemberdayaan Masyarakat dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul turut hadir. Panitia memulai acara pukul 10.00 WIB dan menutupnya pada pukul 14.00 WIB.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan rapat ini secara rutin setiap tiga bulan. Oleh karena itu, forum ini berfungsi sebagai ruang koordinasi strategis. Melalui pertemuan ini, seluruh majelis menyelaraskan arah kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat tahun 2026.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Agus Amin Syaifudin, menegaskan bahwa majelis akan memfokuskan program pada penguatan Jamaah Tani Muhammadiyah. Program tersebut mencakup penguatan pemasaran produk pertanian, pengembangan struktur Jamaah Tani hingga tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah, serta pemanfaatan lahan wakaf Muhammadiyah yang belum produktif.

Selain itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial. Kerja sama ini bertujuan memperkuat program pemberdayaan perhutanan sosial. Secara khusus, program tersebut menyasar wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo.
Melalui rapat koordinasi ini, Majelis Pemberdayaan Masyarakat berharap dapat mempererat ukhuwah antarpengurus. Dengan demikian, majelis dapat menjalankan program pemberdayaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Majelis Pemberdayaan Masyarakat akan menggelar rapat koordinasi berikutnya tiga bulan mendatang. Majelis Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Kulon Progo akan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
