Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan, PMI DIY Terima 143 Unit Peralatan Medis dari IFRC
Sleman – Mengutip laman resmi pmidiy.or.id, Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) melalui PMI Pusat, dengan dukungan Pemerintah Jepang dan Yayasan Asia-Eropa (ASEF), kembali menyerahkan peralatan medis tahap dua dan tiga kepada Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY).
Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X menyerahkan langsung peralatan medis tersebut kepada PMI seluruh DIY pada Selasa, (14/42026) pukul 09.00 WIB di Markas PMI DIY, Gamping, Sleman. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD DIY, Kwarda DIY, Basarnas DIY, RAPI, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan komitmen program stockpile yang dimulai sejak April 2024 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan logistik kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan penyakit infeksius baru lainnya. Peralatan medis yang diserahkan meliputi perangkat pendukung klinis, peralatan emergensi, hingga alat diagnostik dasar yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas PMI.
Dalam sambutannya, KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas bantuan peralatan kesehatan yang diberikan PMI Pusat dan IFRC melalui proyek logistik kesiapsiagaan dan respons kedaruratan kesehatan masyarakat ini. “Dukungan ini memiliki arti yang sangat penting bagi keberlangsungan pelayanan di PMI. Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berharap sinergi dan kerja sama yang sudah terjalin dapat terus berlanjut, sehingga upaya bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, Ketua PMI DIY, mengungkapkan bahwa bantuan tahap dua dan tiga ini bernilai lebih dari 2,7 miliar rupiah. Sementara tahap pertama yang diserahkan pada November tahun lalu bernilai lebih dari 642 juta rupiah, sehingga total bantuan tiga tahap mencapai lebih dari 3,3 miliar rupiah.
Pada tahap pertama, PMI DIY menerima 84 unit dari 11 jenis barang. Sedangkan pada tahap kedua dan ketiga, PMI DIY menerima 143 unit dari 28 jenis barang, di antaranya bedside monitor, EKG, USG 2 dimensi, emergency trolley, AED, ventilator transport darurat, hingga vaccine refrigerator.
PMI DIY menjadi salah satu wilayah prioritas program ini mengingat tingginya kebutuhan layanan kesehatan dan peran strategis DIY sebagai pusat aktivitas kemanusiaan. Peralatan yang diterima akan langsung digunakan untuk operasional klinik, peningkatan respons darurat, serta perluasan pelayanan kesehatan masyarakat di seluruh DIY.
“Saya berharap bantuan ini menjadi penyemangat agar PMI se-DIY mempunyai inovasi yang kreatif dalam pengembangan sumber daya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi agar pelayanan PMI tetap berkesinambungan melayani masyarakat,” pungkas Gusti Prabu.
