Ekonomi

Rupiah Sentuh Rp17.515, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Inflasi Global

Melansir dari Antaranews.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.515 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.529 per dolar AS.

Namun, penguatan tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memprediksi rupiah berpotensi berbalik melemah pada sesi perdagangan hari ini, dengan rentang pergerakan di kisaran Rp17.525 hingga Rp17.575 per dolar AS. Tekanan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, penguatan indeks dolar, serta yield obligasi pemerintah AS yang meningkat seiring memanasnya risiko geopolitik di Timur Tengah dan tren inflasi global yang terus naik.

Dari sisi ekonomi global, IMF memproyeksikan pertumbuhan dunia pada 2026 hanya akan mencapai 2,5 persen, sementara inflasi diperkirakan melonjak ke angka 5,4 persen.
Melihat sentimen domestik, semakin sempitnya ruang fiskal menciptakan bagi pemerintah untuk memutuskan apakah menurunkan skala prioritas atau melonggarkan defisit lebih dari 3 persen.

Sumber:Antaranews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *