Muhammadiyah

MDMC dan Delegasi RCDS Inggris Perkuat Sinergi Global dalam Isu Kemanusiaan dan Iklim

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengambil bagian dalam dialog internasional bersama delegasi Royal College of Defence Studies (RCDS) Britania Raya yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta. Pertemuan lintas negara ini mengangkat tiga tema utama: respons kemanusiaan, ancaman perubahan iklim, dan pentingnya kolaborasi antarbangsa serta antaragama dalam menjawab krisis global.

Dilansir dari suaramuhammadiyah Forum tersebut dihadiri oleh 20 peserta delegasi RCDS yang berasal dari berbagai negara, mulai dari kawasan Eropa seperti Inggris, Italia, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Ukraina, hingga kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah seperti Kuwait, Kazakhstan, dan Irak, serta Nigeria dan Selandia Baru. Pertemuan ini membuka ruang dialog yang produktif antara Muhammadiyah dan para peserta mengenai praktik nyata di lapangan dalam bidang kemanusiaan, pemberdayaan komunitas, dan penanganan krisis.

Mewakili MDMC, Abdoel Malik memaparkan rekam jejak panjang Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana di berbagai penjuru Indonesia. Ia menegaskan bahwa setiap operasi kemanusiaan yang dijalankan MDMC mengedepankan prinsip non-diskriminasi. Melayani seluruh masyarakat terdampak tanpa mempertimbangkan latar belakang agama, etnis, maupun golongan.
Lebih lanjut, Abdoel Malik menjelaskan bahwa cikal bakal pendirian MDMC tidak lepas dari dua bencana besar yang melanda Indonesia di awal 2000-an, yakni tsunami Aceh tahun 2004 dan gempa bumi Yogyakarta tahun 2006. Pengalaman pahit dari dua peristiwa tersebut mendorong Muhammadiyah mendirikan MDMC secara resmi pada 2007. Sejak berdiri, lembaga ini terus membangun ekosistem respons bencana yang mencakup pelatihan relawan, layanan medis darurat, hingga peningkatan kesiapsiagaan komunitas lokal.

Dari sisi kepemimpinan organisasi, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan dan Kerja Sama Internasional, Prof. Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa Muhammadiyah memposisikan isu kemanusiaan dan perubahan iklim sebagai tanggung jawab kolektif seluruh umat manusia. Ia menekankan bahwa meskipun Muhammadiyah berakar pada nilai-nilai Islam, dampak gerakannya menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat agama.

Diskusi dalam forum ini juga menyentuh aspek ketahanan lingkungan, khususnya melalui Program 1000 Cahaya Muhammadiyah. Sebuah inisiatif transisi energi bersih berbasis komunitas yang melibatkan jaringan sekolah, pesantren, masjid, dan kelompok warga. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran ekologis sekaligus mendorong peralihan ke sumber energi terbarukan di tingkat akar rumput.

Delegasi RCDS Inggris menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam isu kemanusiaan dan pembangunan perdamaian. Air Vice-Marshal Tamara Jennings menyebut Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat sipil yang aktif membangun kolaborasi dalam mendukung ketahanan dan perdamaian global.

Pertemuan ditutup dengan sesi tanya-jawab interaktif, seremoni tukar cinderamata, dan sesi foto bersama sebagai penanda konkret komitmen kedua pihak dalam mempererat hubungan kelembagaan demi mendukung nilai-nilai kemanusiaan universal dan ketahanan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *