Bermain Sambil Belajar, Dosen Teknik Mesin UMY Latih Kesiapsiagaan Bencana Anak-Anak di Kuala Lumpur
Kuala Lumpur dikenal sebagai kota metropolitan dengan kepadatan penduduk tinggi. Deretan bangunan hunian bertingkat mendominasi lanskap kotanya. Di balik itu, anak-anak yang tinggal di apartemen vertikal menyimpan kerentanan tersendiri saat bencana terjadi. Minimnya edukasi kesiapsiagaan sejak dini membuat mereka lebih berisiko menghadapi situasi darurat seperti kebakaran maupun gempa bumi, terlebih dengan kompleksitas evakuasi di gedung bertingkat.
Berangkat dari hal tersebut, Tim Pengabdian Internasional Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar program edukasi peningkatan penalaran mitigasi keselamatan di Sanggar Bimbingan Muhammadiyah (SBM), Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia. Sebagai bentuk konkret mengemban tri dharma perguruan tinggi di kancah internasional.
Program pengabdian diketuai Tri Wahyono, M.Pd. dan beranggotakan Dr. Cahyo Budiyantoro dan Krisdiyanto, Ph.D. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026, dan diikuti sekitar 50 siswa berusia 7 hingga 11 tahun.
Tim pengabdian memilih pendekatan pembelajaran berbasis permainan atau play-based learning sebagai metode utama. Pendekatan ini mengintegrasikan kesadaran keberlanjutan lingkungan melalui media permainan edukatif berbasis engineering. Para siswa diajak menjalani simulasi darurat menggunakan mainan yang dirancang khusus. Mereka berlatih menavigasi miniatur bangunan bertingkat, mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman, hingga menangani perlengkapan darurat secara imajinatif. Dua media utama yang digunakan adalah topeng superhero dan lego teknik.
Melalui simulasi tersebut, anak-anak dilatih merespons kondisi darurat secara tepat, termasuk prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman. Materi yang bersifat serius pun dapat diserap dengan cara yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal hingga akhir. Pengelola SBM Kampung Bharu, Bapak Supardi Yoga Kaman dan Ibu Mintarsih, menyambut hangat program ini. Keduanya mengungkapkan rasa syukur mendapat perhatian dari keluarga besar Muhammadiyah dari Yogyakarta yang turut berkontribusi dalam proses pendidikan anak-anak di Malaysia. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dirancang dengan metode bermain sambil belajar.
UMY melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) mendukung penuh program pengabdian ini. ‘Melalui program ini, UMY memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai disiplin keilmuan dosen,’ jelas apt. RR. Sabtanti Harimurti, S.Si., M.Sc., Ph.D., Direktur DRP UMY
