Sosial

ASEAN Sports Day 2026 Kembali Digelar di Yogyakarta September Mendatang

Yogyakarta kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan ASEAN Sports Day (ASD) 2026 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Ajang yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN beserta tiga negara mitra, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, ini tidak hanya berfokus pada kegiatan olahraga, tetapi juga diarahkan untuk mempererat solidaritas antarnegara, mengenalkan budaya, dan mendorong penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Pembahasan mengenai persiapan ASD 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Sri Wahyuni, dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, pada Kamis (18/06). Pertemuan berlangsung di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada DIY untuk menjadi tuan rumah ASD selama tiga tahun beruntun, sembari menitipkan beberapa catatan penting untuk persiapan acara.

Salah satu poin yang disampaikan Paku Alam X adalah kesiapan akomodasi dan transportasi, mengingat jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang. Ia mengusulkan agar Kemenpora menjalin koordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar kebutuhan para peserta dapat tertangani dengan baik.

Paku Alam X juga meminta Kemenpora untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dinas Perhubungan DIY, mengingat sejumlah agenda ASD 2026 berpotensi memengaruhi arus lalu lintas. Beberapa kegiatan yang dimaksud antara lain Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman yang akan disertai bazar UMKM, ASEAN Fun Run yang akan melintasi kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, serta ASEAN Trail Walk dengan rute Tlogo Putri Kaliurang hingga Bukit Klangon.

Dari sisi publikasi, Pemda DIY menyatakan kesiapannya untuk turut mempromosikan acara tersebut. Paku Alam X memandang pelibatan komunitas lokal dan kelompok muda sebagai langkah yang dapat memperluas jangkauan promosi ASD 2026, dengan Kemenpora diharapkan menentukan tagar resmi yang dapat digunakan bersama dalam publikasi.

Mengenai keterlibatan UMKM, Paku Alam X menegaskan bahwa proses kurasi akan dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIY sebelum UMKM dapat berpartisipasi dalam ASD 2026. Tahapan ini dimaksudkan agar produk yang ditampilkan benar-benar mencerminkan kualitas unggulan dari DIY di hadapan peserta internasional.

Sri Wahyuni, dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa terpilihnya kembali DIY sebagai lokasi ASD setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada 2024 dan 2025 didasari oleh kekayaan budaya Yogyakarta yang dinilai kuat oleh negara-negara anggota ASEAN. Ia menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan berbasis olahraga dalam ASD akan dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan budaya Yogyakarta secara lebih luas di kawasan ASEAN.

Sri Wahyuni bahkan membuka kemungkinan agar Yogyakarta dapat berkembang menjadi pusat promosi budaya dari berbagai daerah di Indonesia dalam penyelenggaraan ASD pada tahun-tahun berikutnya, mengingat kegiatan ini rutin dilaporkan kepada ASEAN setiap tahunnya. Sebagai gambaran, budaya dari daerah lain seperti Sunda dapat turut diperkenalkan, sementara pusat penyelenggaraan tetap berada di Yogyakarta.

Menargetkan generasi muda, termasuk kalangan mahasiswa, Sri Wahyuni menyebutkan bahwa ASD 2026 juga bertujuan mendorong masyarakat agar semakin menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Rangkaian kegiatan telah disusun untuk berlangsung pada tanggal 4, 5, 6, 20, dan 27 September 2026.

Di antara kegiatan yang akan diselenggarakan adalah upacara pembukaan ASEAN Sports Day, Car Free Day yang dipadukan dengan Festival Olahraga Tradisional, ASEAN Fun Run dengan kategori 3K, 5K, dan 10K, ASEAN Trail Walk sejauh 12K, ASEAN Virtual Run sejauh 81K, Workshop Pencak Silat, bazar UMKM, serta Tour de Prambanan. Pada penyelenggaraan tahun ini, turut ditambahkan agenda job fair yang diharapkan mampu memberi dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Selain agenda olahraga, ASD 2026 juga akan menjangkau sejumlah sekolah melalui kegiatan edukasi mengenai pengelolaan dan pengolahan sampah, sebagai bagian dari penanaman kesadaran lingkungan kepada generasi muda sejak dini.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo; Inspektur DIY yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dikpora DIY, Muhammad Setiadi; Kepala Dinas Perhubungan DIY; Paniradya Pati Kaistimewan DIY; Kepala Dinas Tenaga Kerja DIY; serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Pariwisata DIY.

Sumber:jogjaprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *