KesehatanPengabdian

Senyum Sehat Tanpa Ragu: Edukasi Ortodonti dan Deteksi Dini Maloklusi di Masjid Al-Musthofa

Dosen Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), drg. Puspitarini Nindya Wardana, Sp.Ort, menggelar program edukasi dan pelayanan kesehatan gigi sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat. Program bertajuk “Senyum Sehat Tanpa Ragu: Edukasi Ortodonti dan Deteksi Dini Maloklusi” berlangsung di Masjid Al-Musthofa, Malangan, Sentolo, Kulonprogo.

Program ini berangkat dari analisis situasi oleh tim pengabdian, bahwa banyak masyarakat belum memahami kondisi gigi berjejal dan perawatan ortodonti. Keraguan terhadap perawatan ortodonti dalam perspektif Islam turut menjadi hambatan, sehingga tidak sedikit warga yang enggan berkonsultasi ke dokter gigi meski mengalami keluhan susunan gigi yang tidak rapi atau gangguan fungsi pengunyahan.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi tentang maloklusi mulai dari pengertian, penyebab, hingga dampaknya bagi kesehatan gigi dan mulut. Tim juga mengenalkan berbagai pilihan perawatan ortodonti yang sesuai standar medis. Tak hanya itu, edukasi turut membahas pandangan Islam terkait perawatan ortodonti guna meluruskan persepsi yang selama ini kurang tepat di masyarakat.

Isu yang tak kalah penting turut diangkat dalam kegiatan ini, yakni maraknya praktik pemasangan behel oleh tenaga non-medis di salon maupun gerai kecantikan. Tim pengabdi menegaskan bahwa penggunaan behel tanpa pemeriksaan dan pengawasan dokter gigi menyimpan risiko serius. Peradangan gusi, kerusakan gigi, gigi goyang, hingga kondisi maloklusi yang kian parah bisa menjadi dampaknya. Masyarakat diimbau lebih waspada dan hanya mempercayakan perawatan ortodonti kepada tenaga profesional di fasilitas kesehatan resmi.

Sasaran kegiatan adalah kelompok usia dewasa muda hingga dewasa tua. Pada usia ini, tenaga kesehatan masih dapat mencegah maloklusi agar tidak berkembang menjadi lebih berat. Edukasi kepada orang dewasa juga diharapkan dapat mendorong kepedulian mereka terhadap kesehatan gigi anak dan remaja. Tidak hanya penyuluhan, peserta mengikuti skrining dan pemeriksaan gigi langsung, khususnya terkait maloklusi, serta sesi konsultasi sesuai kondisi masing-masing.

Program ini mendapat sambutan hangat dari warga Masjid Al-Musthofa. Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat kembali hadir, karena mereka merasakan manfaatnya langsung, baik dari sisi edukasi maupun pemeriksaan gigi. Bagi drg. Puspitarini, program ini menjadi bentuk kontribusi nyata tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemahaman yang benar tentang kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang maloklusi dan pentingnya perawatan ortodonti yang aman. Edukasi mengenai bahaya behel abal-abal serta pandangan Islam terhadap ortodonti juga membantu mengurangi keraguan yang selama ini ada di tengah masyarakat. Melalui skrining dan konsultasi langsung, peserta pun terdorong untuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan gigi yang profesional.

UMY secara konsisten mengembangkan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari catur dharma perguruan tinggi. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa UMY mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Mitra pengabdian masyarakat yang terlibat dalam pengabdian masyarakat UMY memberikan apresiasi pada program nyata UMY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *