Penguatan Sanitasi Masjid melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jamus Kauman, Magelang

Tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ir. Willis Diana, ST., MT dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan pengabdian masyarakat di Masjid Al-Furqon, Desa Jamus Kauman, Magelang. Tim melaksanakan kegiatan selama tiga minggu, dari akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari catur darma perguruan tinggi UMY terutama dalam darma pengabdian.

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi Masjid Al-Furqon melalui penyediaan fasilitas yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Upaya ini sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana. Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya sanitasi tempat ibadah, kesehatan lingkungan. Program ini mengajak masyarakat untuk bergotong royong dalam menjaga fasilitas publik berbasis keagamaan.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 55 keluarga melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Tim pengabdi mengawali kegiatan dengan mengidentifikasi kondisi sanitasi masjid, termasuk drainase, tempat wudhu, kamar mandi, serta kebutuhan septic tank dan sumur resapan. Selanjutnya, tim bersama masyarakat menyusun desain teknis dan rencana pelaksanaan sesuai kebutuhan lapangan.

Pada tahap berikutnya, tim melanjutkan kegiatan dengan pembangunan dan renovasi fasilitas sanitasi masjid, meliputi kamar mandi, tempat wudhu, septic tank, dan sumur resapan. Proses pembangunan melibatkan tenaga tukang bersama masyarakat melalui kerja bakti bergilir dan penyediaan konsumsi secara swadaya. Selain pembangunan fisik, kegiatan juga mencakup workshop dan edukasi interaktif. Tim menyampaikan materi meliputi kebersihan diri, kebersihan tempat ibadah, serta pentingnya pemeliharaan fasilitas sanitasi secara berkelanjutan.

Kerjasama tim dan masyarakat berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan 100 persen sebelum Ramadan, sehingga jamaah dapat langsung memanfaatkan hasilnya. Masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Mereka menilai program ini memberikan manfaat nyata karena tidak hanya memperbaiki fasilitas sanitasi, tetapi juga menyediakan pendampingan teknis yang sebelumnya sulit diakses. Selain itu, masyarakat merasakan peningkatan kenyamanan saat menggunakan fasilitas masjid.  Tempat wudhu kini lebih luas dan terang, kamar mandi menjadi lebih besar, memiliki ventilasi baik, dan lebih layak digunakan.

Berdasarkan hasil evaluasi, responden menyatakan bahwa kegiatan ini berhasil memperbaiki kondisi sanitasi dan drainase masjid, meningkatkan kenyamanan fasilitas, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi. Selain itu, warga menunjukkan komitmen menjaga kebersihan, mengikuti jadwal piket, serta melaporkan kerusakan fasilitas kepada pengurus masjid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *