Gunungkidul – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghidupkan kembali lampu penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Camping Ground Tematik Kelompok Tani Bangkit Semoyo, Gunungkidul. Melalui program pengabdian masyarakat ini, UMY tidak hanya memulihkan penerangan kawasan wisata, tetapi juga mendorong kemandirian energi desa lewat pelatihan perawatan PLTS bagi warga.

Dr. Ir. Novi Caroko, S.T., M.Eng. memimpin kegiatan ini bersama tim pengabdian UMY dan anggota Kelompok Tani Bangkit di Padukuhan Wonosari, Kalurahan Semoyo, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Di lokasi ini, warga mengembangkan wisata edukasi yang memadukan kegiatan camping, produksi minyak atsiri, dan pemanfaatan energi surya. Sebelum memulai perbaikan, tim lebih dulu melakukan survei dan observasi. Dari hasil pengecekan, tim menemukan bahwa lima dari enam unit lampu PLTS di area camping ground mengalami kerusakan. Akibatnya, area wisata kekurangan penerangan pada malam hari sehingga kenyamanan pengunjung menurun.
Perbaikan Lampu PLTS dan Fasilitas Wisata

Selanjutnya, tim memeriksa penyebab kerusakan secara teknis. Tim menemukan sejumlah masalah, mulai dari kerusakan driver LED, rembesan air ke komponen elektronik, hingga penurunan performa baterai akibat cuaca buruk yang berlangsung cukup lama. Karena itu, tim mengganti komponen yang rusak, membersihkan panel surya, dan menyesuaikan kemiringan panel agar penyerapan energi matahari lebih optimal. Setelah itu, warga dan tim pengabdian memasang kembali lampu PLTS secara gotong royong. Di sisi lain, UMY juga meningkatkan fasilitas pendukung wisata di kawasan tersebut. Tim membantu penyempurnaan fasilitas MCK agar pengunjung merasa lebih nyaman saat berwisata. Langkah ini penting karena Camping Ground Tematik Kelompok Tani Bangkit Semoyo tidak hanya menawarkan tempat berkemah, tetapi juga pengalaman belajar tentang energi terbarukan dan potensi lokal desa.

Pelatihan Warga untuk Kemandirian Energi Desa
Selain memperbaiki lampu, UMY juga membekali anggota Kelompok Tani Bangkit dengan keterampilan perawatan PLTS. Dalam pelatihan ini, tim menjelaskan cara membersihkan panel surya, memeriksa kabel, dan memantau kondisi baterai agar kerusakan serupa tidak terulang. Dengan demikian, warga dapat merawat sistem penerangan secara mandiri tanpa selalu bergantung pada teknisi dari luar.

Meski cuaca sempat berubah-ubah dan menghambat pekerjaan di lapangan, tim dan warga tetap menyelesaikan program ini hingga tahap evaluasi. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya membuat lampu PLTS kembali menyala, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam mengelola energi terbarukan. Karena itu, program pengabdian UMY ini menjadi langkah nyata untuk mendukung wisata edukasi sekaligus mempercepat kemandirian energi desa di Semoyo.
