Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan pelatihan penanganan sampah organik melalui inovasi biopori jumbo bagi 60 peserta. Tim ini bekerja sama dengan mitra Pengurus Ranting Muhammadiyah dan Pengurus Ranting ‘Aisyiyah (PRM-PRA) Jamus Kauman, Ngluwar, Magelang pada ( 21/2/2026).
Tim bersama mitra Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Jamus Kauman, Kabupaten Magelang, mengidentifikasi latar belakang pelaksanaan program pengabdian ini. Temuan menunjukkan masih rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Padahal, wilayah tersebut menghasilkan sampah yang didominasi oleh sampah organik sebesar 60–70 persen.
Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai dan selokan sehingga menimbulkan pencemaran air, bau tidak sedap, serta berpotensi menjadi sumber penyakit.”Di sisi lain, potensi pertanian yang cukup kuat dengan adanya sembilan kelompok tani justru masih bergantung pada pupuk kimia yang relatif mahal, sementara sampah organik yang berpotensi diolah menjadi kompos belum dimanfaatkan secara optimal”, jelas Dr. Ir. Edi Hartono., S.T., M.T ketua program pengabdian.

Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan teknologi biopori dan biopori jumbo sebagai solusi pengolahan sampah organik, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan. Tim Pengabdian UMY membangun biopori menggunakan pipa PVC di tingkat rumah tangga serta biopori jumbo berbahan buis beton pada skala komunitas sebagai unit percontohan bagi mitra.
Biopori tersebut, mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami dengan bantuan biota tanah dan menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Selain itu, tim juga menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan teknis pengolahan sampah organik kepada mitra. Tim juga melakukan pendampingan berkelanjutan hingga masa panen kompos dari lubang biopori.

Masyarakat memberikan respon positif dan antusias mengikuti kegiatan ini. Zubaeri, perserta pelatihan sekaligus ketua PRM Jamus Kauman, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengatasi permasalahan sampah organik. “Masyarakat mendapatkan manfaat ganda yaitu lingkungan yang bersih dan hasil pengolahan berupa kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman” ujarnya. Ia menambahkan, jika masyarakat banyak yang melakukan pengolahan sampah menggunakan biopori ini akan memperoleh manfaat ekonomi.

Program pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik, terlihat dari partisipasi aktif peserta sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Peserta juga menunjukkan antusiasme melalui banyaknya pertanyaan serta keterlibatan langsung dalam pembuatan lubang biopori jumbo. Mitra berharap program ini dapat terus berlanjut pada tahun berikutnya, khususnya dalam pendampingan pengolahan kompos hasil biopori, baik saat panen maupun pascapanen.
UMY secara konsisten mengembangkan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari catur dharma perguruan tinggi. Para dosen dan mahasiswa UMY melaksanakan pengabdian masyarakat dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Mitra pengabdian masyarakat yang terlibat dalam pengabdian masyarakat UMY memberikan apresiasi pada program nyata UMY.
