BALECATUR, SLEMAN – Semarak bulan suci Ramadhan kembali terasa di Dusun Pasekan Lor, khususnya di lingkungan RT 03. Warga menggelar kegiatan tahunan “Gema Ramadhan” di Aula TK ABA Pasekan. Ratusan warga hadir sejak sore hari untuk mengikuti rangkaian acara yang memadukan kegiatan spiritual, edukasi, dan sosial. Panitia menyusun acara secara beragam. Kegiatan dimulai dengan pengajian, dilanjutkan buka puasa bersama, lalu penyaluran dana sosial dan pembagian parsel lebaran. Suasana kekeluargaan terasa kuat sepanjang acara. Warga juga memanfaatkan momentum ini untuk mempererat komunikasi antara pengurus RT dan masyarakat.

Edukasi Parenting di Era Digital
Panitia menghadirkan Agus Suroyo sebagai penceramah utama. Ia merupakan tokoh dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, ia membahas tema “Peran Orang Tua dalam Membangun Generasi Berilmu: Tantangan dan Strategi Adaptif di Era Digital.” Menurutnya, tantangan mendidik anak saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.
“Di era digital, ilmu pengetahuan hanya berjarak satu sentuhan jari. Tantangan bagi orang tua bukan lagi soal akses informasi, tetapi bagaimana menanamkan filter spiritual dan moral pada anak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan aktif orang tua terhadap aktivitas digital anak. Selain itu, orang tua perlu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, generasi berilmu tidak hanya lahir dari bangku sekolah. Lingkungan keluarga juga memiliki peran penting, terutama melalui komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Penguatan Silaturahmi Warga
Ketua RT 03 Pasekan Lor, Agus Amin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Gema Ramadhan merupakan agenda tahunan warga.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga silaturahmi antarwarga. Di tengah kesibukan masing-masing, Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk saling bertemu dan berbagi,” katanya.
Ia juga menilai kekompakan warga menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang harmonis dan religius. Tokoh agama setempat, Wahyudi, turut memberikan apresiasi kepada pengurus RT dan panitia. Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan Pasekan Lor.
“Guyub rukun adalah kunci. Kegiatan seperti ini menjaga nilai-nilai kebaikan agar terus hidup di masyarakat,” ujarnya.
Warga Salurkan Dana Sosial Rp 7,5 Juta
Kegiatan ini juga menghadirkan aksi filantropi dari warga. Panitia melaporkan bahwa dana sosial yang terkumpul mencapai Rp7,5 juta. Warga menyalurkan dana tersebut kepada anak yatim dan kaum mustadafin di sekitar lingkungan Pasekan Lor. Langkah ini menunjukkan kepedulian sosial warga RT 03. Lingkungan RT tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi juga menjadi ruang solidaritas sosial bagi masyarakat.
Parsel Lebaran untuk Warga
Panitia juga membagikan parsel lebaran kepada seluruh warga yang hadir. Pembagian dilakukan secara tertib dan penuh suasana kebersamaan. Bagi warga, parsel tersebut bukan sekadar bingkisan. Paket itu menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Buka Puasa Bersama Tutup Rangkaian Acara
Menjelang adzan Maghrib, warga duduk bersama menikmati hidangan buka puasa yang disiapkan secara gotong royong. Tradisi buka bersama ini mempererat hubungan sosial di antara warga. Sekat-sekat sosial terasa hilang dalam suasana kebersamaan Ramadhan. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Maghrib berjamaah. Warga pulang membawa ilmu dari pengajian sekaligus kebahagiaan dari kebersamaan di lingkungan mereka.

