Hardiknas 2026: Deep Learning Jadi Ikhtiar Tingkatkan Mutu Pendidikan Indonesia
dalam Upacara peringatan hari pendidikan nasional 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) menjadi ikhtiar untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh.
Dilansir dari Antaranews.com, Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menjadi Inspektur Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan di Banyuwangi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam pidatonya, ia mengutip adagium populer sebagai landasan arah kebijakan pendidikan. “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menyebut pendidikan sebagai usaha bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat. Berdasarkan landasan itulah, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Deep Learning sebagai program prioritas peningkatan kualitas pendidikan.
Untuk mendukung pelaksanaan Deep Learning, Kemendikdasmen menetapkan lima kebijakan strategis, yakni revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter warga sekolah, peningkatan literasi dan numerasi murid, serta perluasan akses pendidikan.
Khusus terkait revitalisasi dan digitalisasi tidak hanya penyediaan perangkat teknologi atau pembangunan fisik. Keduanya merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif bagi murid dan guru.
“Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai,” ujarnya.
Melalui revitalisasi dan digitalisasi, Kemendikdasmen berharap sekolah-sekolah di Indonesia memiliki ruang belajar yang lebih layak, sarana pembelajaran yang lebih modern, serta kesiapan yang lebih baik untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua anak bangsa.
Di penghujung pidatonya, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa berbagai kebijakan tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan pola pikir, mental yang kuat, dan misi yang lurus. program pendidikan tidak berhenti sebagai formalitas administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.
