Program Bestari Saintek Salurkan Rp57 Miliar Dukung Riset Inovasi Perguruan
Dalam upaya memperkuat ekosistem inovasi nasional, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Penelitian (LPDP) menyalurkan dana sebesar Rp57 miliar untuk mendanai 122 program riset kampus.
Dilansir dariĀ Antaranews.com tersebut disalurkan melalui Program Bestari Saintek yang resmi diluncurkan bersamaan dengan payung Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (29/4/2026).Program Bestari Saintek merupakan singkatan dari Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi. Inisiatif yang digagas oleh Kemdiktisaintek bersama LPDP ini dirancang untuk menjembatani hasil riset perguruan tinggi agar dapat langsung berdampak bagi masyarakat luas.
Program ini berkonsep living lab atau laboratorium hidup, yakni mengkolaborasikan kampus, industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sains dan teknologi.
Berdasarkan data yang telah terkumpul, sebanyak 122 tim periset terpilih melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan, serta didukung oleh 341 mitra utama dan pendukung dari berbagai sektor.
Dari sisi kelembagaan, perguruan tinggi pengampu riset ini didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebesar 57,8 persen, sementara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menyumbang angka signifikan sebesar 42,2 persen.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyebut program ini mendapat antusiasme tinggi dan berhasil menjaring inovasi akar rumput melalui seleksi yang sangat kompetitif.
“Angka ini menegaskan peran krusial PTN dan juga PTS sebagai penggerak riset nasional sekaligus memperlihatkan geliat serta kontribusi banyak PTS yang semakin aktif di dalam kegiatan riset nasional kita,” kata Najib.
Najib juga merinci bahwa riset-riset tersebut terbagi ke dalam delapan sektor strategis. Sektor Pangan dan Pertanian menjadi yang terbanyak dengan 45 tim, disusul Sosial Humaniora, Seni Budaya, dan Pendidikan (30 tim), serta Kemaritiman (12 tim). Berikutnya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (9 tim), Kesehatan dan Obat (8 tim), Kebencanaan (8 tim), Energi dan Energi Baru Terbarukan (6 tim), serta Material Maju (4 tim).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menyatakan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas pendanaan, namun hal itu menuntut tanggung jawab besar agar hasil riset benar-benar diadopsi oleh industri.
“Menyalurkan pendanaan tentu hal yang mudah. Namun mempertanggungjawabkan itu lebih sulit. Dan lebih sulit lagi adalah bagaimana kita mengawal pendanaan itu bisa berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengingatkan para akademisi agar tidak menjadikan publikasi ilmiah sebagai titik akhir sebuah penelitian.
