Jambore PSKS DIY 2026 Wujudkan Kepedulian Sosial Nyata di Gunungkidul
Melansir dari jogjaprov.go.id sebanyak 450 relawan sosial dari berbagai wilayah di Yogyakarta berkumpul di Bejiharjo Edupark, Karangmojo, Gunungkidul, pada 16–17/4/2026. Mereka mengikuti Jambore Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) DIY 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial DIY.
Para peserta berasal dari berbagai unsur. Di antaranya Tagana, Karang Taruna, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Ada pula pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Difagana. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial. Jambore juga menjadi ajang penguatan kapasitas relawan. Tujuannya agar siap menghadapi tantangan sosial yang kian kompleks.Selama dua hari, peserta mengikuti kemah bersama. Mereka juga berdiskusi antar-relawan dan terjun langsung melayani warga sekitar.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang membuka acara menyebut jambore ini bukan pertemuan biasa. Menurutnya, para relawan selama ini bekerja di ruang-ruang yang belum sepenuhnya terhubung satu sama lain, padahal persoalan sosial di lapangan jarang berdiri sendiri.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menyampaikan bahwa selain kegiatan di dalam jambore, serangkaian kegiatan sosial juga sudah dilakukan sebelumnya. Di antaranya santunan sebesar Rp145 juta untuk 500 anak yatim dan dhuafa, bantuan operasional Rp40,3 juta untuk tiga lembaga kesejahteraan sosial lokal, serta layanan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis bagi warga sekitar lokasi.
Peserta jambore juga menanam 400 bibit pohon nangka dan sirsak di kawasan Bejiharjo sebagai bagian dari kegiatan peduli lingkungan. Di sela-sela acara, hadir pula Angkringan Konco Curhat, sebuah ruang konsultasi sosial santai yang bisa diakses warga secara langsung.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menilai perbedaan pengalaman antara relawan justru bisa menjadi kekuatan. “Seluruh anggota PSKS DIY terus semangat untuk membangun keadilan dan kemakmuran bagi sesama,” katanya. Jambore PSKS 2026 diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarrelawan sosial di DIY, sekaligus mendorong kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik ke depannya.
